Perhelatan Ponti Lite Fest 2025 di Pontianak Meriahkan Bulan Gemar Membaca

Pembukaan Ponti Lite Fest di Pontianak Convention Center (PCC) pada Sabtu, 20 September 2025.

Pembukaan Ponti Lite Fest di Pontianak Convention Center (PCC) pada Sabtu, 20 September 2025.

PONTIANAK, Dekade— Perhelatan Ponti Lite Fest 2025 di Kota Pontianak resmi dibuka sebagai bagian dari peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan. Festival literasi bertema Pesta Kata Bumi Katulistiwa ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.

Pada Sabtu, 20 September 2025 menandai dibukanya secara resmi perhelatan Ponti Lite Fest 2025 oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak di gedung Pontianak Convention Center (PCC) selama dua hari, yakni pada 20-21 September 2025. Festival literasi ini berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Momen pembukaan ini juga dirangkai dengan penyerahan apresiasi bagi para pemenang Sayembara Review Buku dan Sayembara Cerpen, serta penghargaan khusus untuk pemustaka inspiratif, antara lain, Peminjam Buku Terbanyak, Durasi Membaca Terlama di Perpus Kite dan Kunjungan Terbanyak ke Perpustakaan.

Perhelatan ini menjadi bukti nyata bahwa literasi tidak hanya dirayakan, tetapi juga diapresiasi. Melalui Ponti Lite Fest, kita bersama-sama menumbuhkan budaya baca yang lebih kuat, kreatif, dan menyenangkan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Rendrayani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan festival.

“Ponti Lite Fest 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan kolektif yang menunjukkan komitmen Kota Pontianak dalam membangun budaya literasi,” ujarnya usai membuka acara, mewakili Wali Kota Pontianak di Gedung PCC, pada Sabtu, 20 September 2025.

Selanjutnya Rendrayani menjelaskan bahwa sudah 3 tahun kegiatan seperti ini dilaksanakan dengan tema yang berbeda.

“Ponti Lite Fest 2025 menjadi puncak perayaan Bulan Gemar Membaca sepanjang September. Tahun ini temanya Pesta Kata Bumi Khatulistiwa. Rangkaian kegiatan ini sudah 3 tahun kita laksanakan, hanya saja temanya berbeda di setiap tahunnya,” kata Rendrayani.

Rendrayani menuturkan, literasi memiliki peran penting dalam membentuk peradaban. Literasi menurutnya tidak lagi cukup dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.

“Dengan literasi yang kuat, masyarakat bisa menangkal hoaks, mengurangi polarisasi informasi, serta memperluas wawasan,” jelasnya.

Ia menilai, keberagaman budaya yang dimiliki Pontianak menjadi modal sosial besar untuk membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual dan spiritual.

“Pontianak yang dilintasi garis khatulistiwa, menjadi identitas sekaligus kekuatan yang harus didukung dengan masyarakat yang gemar membaca dan terus belajar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dan terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang dihadirkan, di antaranya sedekah buku, sayembara review buku, sayembara cerpen ‘Cerita Kota Kita Vol. 2’, lomba yel-yel gemar membaca, lomba read aloud, lomba majalah dinding, lomba ranking 1 dengan jumlah 100 peserta, hingga program Beranda atau Berkata Lewat Nada.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati bazaar buku, pentas literasi, dan talkshow literasi.

Bazaar buku di Ponti Lite Fest 2025.

Bazaar buku di Ponti Lite Fest 2025.

“Tahun ini juga ada penambahan lomba read aloud, cerpen, dan majalah dinding. Untuk cerpen, kalau dulu dibuka umum, tahun ini khusus pelajar dan mahasiswa dengan jumlah peserta mencapai 55 orang,” jelas Rendrayani.

Terkait rencana jangka panjang dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat Pontianak, Rendrayani menyebutkan pada akhir tahun 2025 atau awal 2026 nanti, Perpustakaan Kota Pontianak akan memiliki gedung baru yang lebih representatif.

“Dengan fasilitas lebih baik, koleksi bisa bertambah dan jumlah pengunjung meningkat. Kami berharap gedung baru ini dapat lebih menarik minat masyarakat untuk membaca,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ponti Lite Fest 2025, Nani Rosa Nengsih, menambahkan kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Bulan Gemar Membaca tahun 2025.

Ia menjelaskan, festival ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan membudayakan kegemaran membaca di masyarakat, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ponti Lite Fest tahun ini berlangsung selama dua hari, 20–21 September 2025, di Pontianak Convention Center. Ada sepuluh kegiatan yang digelar, mulai dari sedekah buku, sayembara review buku, lomba cerita Kota Kita, lomba yel-yel, lomba read aloud, lomba mading, pentas literasi, lomba ranking satu, hingga talkshow inspiratif. Semua dirancang agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi,” jelas Nani.

Ia menerangkan, antusiasme peserta sangat tinggi dengan keterlibatan puluhan sekolah dan komunitas literasi.

“Hal ini menunjukkan literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi sudah menjadi gerakan bersama masyarakat,” tutupnya.

Perhelatan Festival literasi tahunan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pemerintah, komunitas literasi, dan masyarakat luas untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di Kota Pontianak. (Red)

Baca juga:

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak Gelar Ponti Lite Fest 2025

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *