IBCA-MMA Kalbar Laporkan Event Begasak II ke Polda

IBCA-MMA Kalimantan Barat resmi melaporkan event Begasak II ke Polda Kalbar atas dugaan pelanggaran hukum dan standar keselamatan.

IBCA-MMA Kalimantan Barat resmi melaporkan event Begasak II ke Polda Kalbar atas dugaan pelanggaran hukum dan standar keselamatan.

PONTIANAK, Exclusive News— Organisasi Indonesia Beladiri Campuran Amatir – Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Provinsi Kalimantan Barat resmi melayangkan laporan ke Kepolisian Daerah Kalimantan Barat pada Senin, 2 Juni 2025, terkait penyelenggaraan event bertajuk “Begasak 2” yang digelar pada 16–18 Mei 2025 lalu di Octo Sport Hub, Kabupaten Kuburaya.

Laporan tersebut diajukan langsung oleh Ketua Umum IBCA-MMA Kalbar, Nur Hidayat, SH, didampingi oleh tim kuasa hukum yang terdiri dari Handoko, SH., Andrean Winoto Wijaya, SH., dan Djodhi Hensa Saujana, SH.

Dalam keterangannya, Handoko, SH. Dan Andrean Winoto Wijaya, SH., menjelaskan bahwa laporan ini dilayangkan sebagai bentuk keprihatinan atas indikasi pelanggaran terhadap ketentuan hukum dan standar keselamatan dalam penyelenggaraan event olahraga berisiko tinggi, seperti MMA (Mixed Martial Arts).

“Pada tanggal 2 Juni 2025 kami selaku kuasa hukum dari IBCA-MMA Provinsi Kalbar secara resmi mendampingi klien kami untuk melaporkan penyelenggaraan event ‘Begasak 2’ yang kami duga memiliki potensi pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku,” ujar Handoko.

Ia menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama kasus seperti ini diangkat ke ranah hukum di Kalimantan Barat.

“Kami sangat tertarik dan tertantang untuk menggali kasus ini lebih dalam. Ini bisa menjadi preseden dan pembelajaran penting dalam upaya penegakan hukum di bidang olahraga high risk. Kami siap mengawal prosesnya demi terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan,” tegasnya.

Ketua IBCA-MMA: Event Harus Ikuti Standar dan Dilakukan oleh SDM Kompeten

Sementara itu, Nur Hidayat, SH., sebagai pelapor dan Ketua IBCA-MMA Kalbar menyoroti pentingnya regulasi dan aspek keselamatan dalam penyelenggaraan event olahraga tarung bebas yang kini semakin digemari masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dengan pesatnya perkembangan combat sport di Kalbar maupun secara global, banyak promotor yang tertarik mengadakan kejuaraan serupa. Hal ini tentu positif, namun tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada standar, regulasi yang ditaati, serta SDM yang kompeten agar keselamatan atlet dan peserta tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Hidayat. (Red)

Baca juga :

11 Kandidat Lolos Seleksi Sekda Sanggau

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *